Terletak di bagian barat terpencil Tanzania, Taman Nasional Pegunungan Mahale adalah salah satu tempat paling indah di Tanzania. Taman ini berbatasan dengan Danau Tanganyika, salah satu danau tertua dan terdalam di dunia.
Mencapai taman ini merupakan sebuah petualangan, karena hanya dapat diakses melalui udara dan perahu. Tidak ada jalan raya di taman ini, hanya jalur hutan yang menembus rimbunnya vegetasi. Taman ini adalah surga bagi para pendaki, tetapi yang terpenting, taman ini adalah surga bagi simpanse. Mahale adalah surga bagi primata, dengan trekking simpanse sebagai salah satu alasan utama kunjungan.
Taman ini penuh dengan kehidupan, sungai dan air terjun ada di mana-mana, dan di sekitar garis pantai danau terdapat pantai berpasir putih paling alami yang dapat dibayangkan siapa pun.
Keterpencilan, trekking primata, hiking, Snorkeling, dan mengamati burung.
Mahale merupakan rumah bagi sembilan spesies primata, termasuk babon kuning, colobus merah, monyet biru, dan monyet ekor merah, serta 73 mamalia lainnya.
Mahale mengandung populasi yang dilindungi terbesar di dunia (sekitar 700-1000) dari subspesies timur Simpanse.
Kawasan ini memiliki setidaknya 337 spesies burung, banyak di antaranya langka dan endemik di Albertine Rift. Misalnya, burung hantu pemancing Pel.
Salah satu hal yang unik tentang Mahale adalah beragamnya tipe habitat yang dimilikinya. Taman ini merupakan mosaik hutan hujan tropis, hutan rimba, hutan bambu, hutan pegunungan, dan padang rumput pegunungan yang tumpang tindih, sehingga Mahale dapat mendukung perpaduan flora dan fauna unik yang bergantung pada beragam habitat tersebut.
Mahale berisi 8 (kemungkinan 9) primata selain simpanse; yaitu babon kuning, monyet biru, colobus merah, colobus pied, dan monyet vervet, dua atau tiga spesies Galago.
Danau Tanganyika, yang merupakan bagian dari Mahale, merupakan danau air tawar terpanjang kedua dan terdalam kedua di dunia, dengan panjang 673 km dan lebar 60-80 km.
Fauna ikan di Danau Tanganyika merupakan salah satu yang paling beragam di dunia. Danau ini merupakan rumah bagi setidaknya 400 spesies ikan, sekitar 250 di antaranya adalah cichlid, dan 98% di antaranya endemik (tidak ditemukan di tempat lain di bumi).
Perjalanan simpanse membawa pengunjung dalam petualangan liar melintasi hutan berkabut. Durasi pendakian dapat bervariasi antara 30 menit untuk penampakan pertama hingga 3 jam. Selama perjalanan ini, pendaki juga berkesempatan melihat hewan lain seperti antelop roan dan sable, luwak, babi hutan, dan terkadang bahkan singa dan macan tutul. Buaya juga diketahui hidup di taman ini. Kuda nil terkadang terlihat di Danau Tanganyika, berenang di air sebening kristal. Dunia amfibi dan reptil Mahale masih belum diteliti secara menyeluruh, tetapi dari yang diketahui, terdapat setidaknya 20 spesies amfibi dan 26 spesies reptil.
Dengan hampir 355 spesies burung, taman ini akan memuaskan para pengamat burung amatir maupun serius. Di pantai berpasir, Anda dapat melihat pelikan dan berbagai bangau, serta kingfisher biru-hijau, kingfisher putih-hijau, dan elang ikan. Lebih dekat ke hutan, Anda dapat melihat turaco Livingston, trogon Narina, ayam mutiara jambul, dan burung pemakan lebah pipi biru.
Danau ini memiliki lebih dari 250 spesies ikan endemik dan dapat dilihat saat snorkeling di perairan dangkal.
Mahale bukan hanya tentang trekking simpanse; tempat ini menawarkan keseimbangan sempurna antara mengamati satwa liar dan bersantai di danau. Berkayak, snorkeling, dan memancing di perairan jernih Danau Tanganyika menambah dimensi ekstra pada kunjungan ke Mahale. Bagi mereka yang ingin menghabiskan lebih banyak waktu di hutan, hiking adalah pilihan. Mendaki (2-3 hari) ke puncak Pegunungan Mahale, Gunung Nkungwe (2,462 m).